Arah Perkembangan Perpustakaan bagi Generasi Milenial
Anggapan seperti ini tentu menjadi PR bagi pustakawan untuk dapat mengembangkan perpustakaan. Apalagi di era teknologi saat ini, kehidupan manusia lebih bergantung pada teknologi. Di era teknologi seperti sekarang ini, perpustakaan juga berusaha memenuhi layanan yang memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya layanan online yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
Berkembangnya teknologi tidak menjadi penghalang bagi perpustakaan untuk tetap eksis di tengah kaum milenial. Justru disinilah peran perpustakaan dalam beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan zaman. Perpustakaan akan selalu melakukan perubahan demi kebutuhan dan kepuasan pemustaka. Kini pemustaka dapat dengan mudah mencari atau bahkan meminjam koleksi perpustakaan tanpa perlu datang ke perpustakaan. Upaya perpustakaan mempertahankan koleksi lama merupakan salah satu wujud menjaga dan melestarikan peradaban bangsa Indonesia. Peradaban bangsa akan tersimpan dengan rapi di perpustakaan. Meskipun kini era teknologi merajai dunia dan manusia bergantung penuh pada teknologi, perpustakaan turut menyesuaikan diri dengan mengembangkan dirinya. Namun tidak melupakan menjaga bentuk fisiknya. Bentuk fisik perpustakaan terus dibuat senyaman mungkin agar pemustaka betah dan berkunjung lagi ke perpustakaan.
Perkembangan perpustakaan yang selalu relevan dengan peradaban modern, tentu dapat menjadi daya tarik bagi kaum milenial. Bagi generasi milenial yang mager untuk datang ke perpustakaan, kini dapat melihatnya dalam bentuk digital. Bahkan dengan era digital seperti sekarang ini, bisa dibilang perpustakaan memberikan layanan dor to dor melalui gawai pemustaka.
Indonesia memiliki ragam budaya yang harus dilestarikan agar tidak punah. Menyimpan budaya bukan berarti budaya yang ada disimpan dalam sebuah ruangan. Perpustakaan turut berkomitmen menjaga, menyimpan dan melestarikan aset budaya bangsa. Melalui ilmu pengetahuan tentang budaya yang ada di Indonesia, maka anak cucu bangsa Indonesia nantinya masih dapat melihat perkembangan budaya dari masa ke masa.
Meskipun budaya yang dimiliki kini kurang mendapat perhatian, tetapi dengan membukukan budaya tersebut dapat mendorong generasi milenial untuk ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia. Sebagai contoh budaya kuda lumping yang kini mulai tergerus zaman. Solusi terbaik adalah mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku-buku sejarah dan budaya yang ada di daerah masing-masing. Tugas generasi tua hanya mengantarkan generasi milenial menuju peradaban bangsa yang lebih makmur. Peradaban yang lebih maju akan menjadikan peralihan pementasan budaya Indonesia. Bisa jadi kedepannya banyak putra-putri bangsa yang mengangkat budaya lokal melalui channel YouTube ataupun blog.
wawasan yang menarik 😁
BalasHapus