Social Media Marketing Facebook

 


Facebook pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh Mark Zuckerberg sebagai pendiri bersama beberapa rekan-rekannya Dustin Moskovitz, Chris Hughes dan Eduardo Saverin pada tanggal 4 Februari 2004 berupa sebuah situs dengan nama awal The Facebook. 

Fitur utama

1. News Feed

News feed merupakan salah satu fitur utama dalam aplikasi Facebook. Fitur ini memungkinkan para pengguna untuk melihat konten yang diunggah di aplikasi Facebook itu sendiri. Fitur news feed menyoroti beberapa informasi, diantara adalah perubahan profil pengguna, upcoming events, peringatan ulang tahun pengguna dan lain-lain.

2. Friends

Fitur friends ini memungkinkan para pengguna aplikasi Facebook untuk saling “berteman”. Cara untuk menggunakan fitur ini adalah dengan mengirim “friend request” kepada pengguna lain di Facebook. Apabila permintaan pertemenan tersebut diterima, maka kedua pengguna tadi secararesmi telah “berteman” di aplikasi Facebook. Alih-alih menerima, fitur ini juga memungkinkan untuk menolak permintaan pertemanan serta terdapat pula opsi “not now”, yaitu menyembunyikan notifkasi permintaan pertemanan untuk sementara waktu.

3. Timeline

Fitur timeline merupakan fitur yang mulai diperkenalkan pada September 2011, untuk menggantikan fitur wall. Fitur ini didesain untuk lebih fleksibel pada unggahan cerita di feed bersamaan dengan lokasi dan penempatan foto yang lebih menonjol. Fitur ini juga memungkinkan untuk terus memuat unggahan cerita masa lalu pengguna pertahunnya.

4. Like and Reactions

Fitur ini pertama kali diaktifkan pada Februari 2009, yang mana fitur ini memungkinkan untuk pengguna saling berinteraksi dengan menyukai dan memberikan tanggapan pada pembaruan status, komentar, foto dan konten lainnya diunggah oleh para pengguna. Fitur ini juga memungkinkan untuk menampilkan jumlah pengguna lain yang menyukai konten tersebut.

5. Comments

Sama seperti fitur likes and reaction, fitur comments ini juga memungkinkan pengguna untuk saling berinteraksi dengan saling mengirimkan komentar pada tiap unggahan pengguna Facebook. Saat ini, fitur comments dapat menambahkan GIF kedalam komentar, yang dapat diakses dengan menggunakan tombol GIF yang terletak sebelah fitur emoji.

6. Message and Inbox

Fitur ini merupakan fitur interaksi sosial yang dapat memberikan pesan secara instan antar semua pengguna Facebook. Pada tahun 2010, fitur ini dikembangkan oleh Facebook menjadi sebuah layanan tersendiri berbasis aplikasi yaitu Facebook Messenger. Berbeda pada messages and inbox, pada Facebook Messanger memungkinkan untuk pengguna melakukan voice calls dan video calls.

7. Notifications

Notifications merupakan fitur terkait pembaruan aktivitas pengguna di aplikasi Facebook. Seperti, pesan yang masuk, pengguna lain yang menyukai dan mengomentari unggahan kita dan aktivitas lainnya dapat diberitahu pada fitur ini.

8. Group

Fitur ini memungkinkan sejumlah pengguna untuk berkumpul secara online yangberguna untuk berbagi informasi dan mendiskusikan perihal topik tertentu. Group dapat dibuat oleh pengguna secara individu, fiitur ini juga memungkinkan anggota untuk mengunggah konten pada halaman group.


Proses Facebook Marketing

1. Mulai dengan tujuan yang jelas

Pemasaran harus dimulai dengan tujuan yang jelas. Hal ini akan membantu dalam mengukur apakah upaya yang dilakukan sudah berhasil. Sebagai gambaran untuk Anda, data dari web “Sprout Social” menunjukkan bahwa hampir 80% tujuan Facebook marketing adalah brand awareness. Jika Anda belum menentukan tujuan.Mulai dengan survey ke pelanggan Anda akan jadi langkah ideal. Apabila brand anda sudah dikenal baik oleh masyarakat, maka bisa menggunakan Facebook marketing untuk lebih meningkatkan engagement.

2. Kenali target pasar

Selanjutnya adalah menentukan target pasar. Mengetahui target pasar dapat membantu dalam menentukan budget pemasaran hingga menentukan jenis konten untuk posting. Anda bisa memulai dengan riset, lalu menciptakan buyer persona dan menentukan brand positioning yang ingin diciptakan. Dengan menggunakan Facebook Ads, Anda bisa memanfaatkan fitur custom audience. Anda bisa membuat target audien spesifik berdasarkan data pelanggan yang sudah dimiliki, pengunjung website, dan lainnya.

3. Ciptakan konten yang menarik

Selanjutnya membuat konten yang menarik. Strategi ini berlaku untuk posting di Facebook Page maupun saat beriklan dengan Facebook Ads. Jangan hanya posting berupa teks saja, lengkapi dengan foto maupun video. Sebuah data menunjukkan bahwa menggunakan video untuk promosi mampu menarik 46% konsumen untuk melakukan pembelian produk.

4. Jadwalkan posting konten

Menjadwalkan posting konten sangat penting untuk membantu Anda menentukan kapan posting dilakukan dan seberapa sering. Terlalu sering posting tentu akan memberi Anda sedikit waktu untuk menciptakan konten, yang bisa membuat kualitas konten kurang maksimal.  Waktu ideal masing-masing bisnis bisa saja berbeda, namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu posting konten paling ideal secara global adalah di hari Rabu pada pukul 9.00-15.00.

5. Aktif berkomunikasi dengan audiens

Salah satu tujuan utama media sosial adalah membangun chanel komunikasi. Pastikan Anda dapat berkomunikasi dengan konsumen Anda dengan baik. Tidak hanya berfokus pada konten yang Anda posting saja. Menjawab komentar konsumen juga merupakan hal yang tak kalah penting. . Semakin sering Anda berdiskusi dengan konsumen di kolom komentar dan menyebut nama secara personal, semakin baik engagement yang akan terbentuk.

6. Tentukan budget yang sesuai

Bagi pebisnis kecil menengah yang baru memulai, sebaiknya pilih cara pembuatan konten yang gratis atau murah. Tujuannya, agar anggaran bisa digunakan untuk kegiatan lain. Dengan menentukan budget yang sesuai dengan tujuan, tentu akan lebih mudah untuk bagi Anda mengukur keberhasilan dalam upaya pemasaran yang Anda lakukan.

7. Monitor dan Analisis strategi yang telah dilakukan

Lakukanlah upaya monitoring, bisa dengan mengamati komentar pengunjung, melihat perkembangan jumlah share dan like. Bisa juga memanfaatkan tools analytics untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hal ini bertujuan untuk mempelajari tipe konten manakah yang disukai, atau perlukah melanjutkan upaya promosi konten jika hasil engagement kurang maksimal.

Komentar